Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

20 Juni 2021

Metode Belajar Ini Bisa Bantu Kamu Atasi Kesulitan Memahami Materi Pelajaran

Cara belajar yang baik dan benar


Suatu hari, kamu mengingat bahwa pekan depan ada ujian semester atau semacamnya. Sementara itu, kamu belum melakukan persiapan apa-apa.


Belum ada pelajaran yang masuk di kepala. Mungkin ada yang kamu tahu, tapi bisa saja yang diketahui itu belum tentu bisa dipahami.


Belum lagi kalau kamu sedang malas-malasnya. Mau buka buku saja rasanya seperti disuruh beli gula sama mama (emak, dan lain sebagainya). Bagaimana mau paham kalau begitu?


Ada satu metode belajar yang mungkin bisa membantumu mengatasi kebingungan mempelajari sesuatu. Bisa memahami pelajaran sekolah, kuliah, skripsi, atau bisa saja memahami projek pekerjaan.


Namanya teknik Feynman. Mungkin ada yang sudah pernah dengar metode ini. Tapi bisa saja masih banyak yang belum mendengar metode ini.


Metode ini mampu membuat kamu bisa memahami sesuatu dua kali lipat dari pada sekadar dihafal.


Metode ini diperkenalkan oleh seorang fisikawan Amerika yang bernama Richard Feynman (kelihatan dari namanya).


Cara kerja metode ini adalah dengan memindai (scanning) beberapa istilah yang dirasa asing atau sulit dipahami agar menjadi sesederhana mungkin. 


Sehingga ketika kamu menuliskannya kembali dalam bentuk kalimat akan terasa lebih mudah dari pada menghafalkannya.


Berikut adalah cara belajar dengan teknik Feynman yang bisa kamu terapkan.


Tuliskan Nama Konsep atau Definisi Beserta Penjelasannya yang Kamu Ketahui pada Selembar Kertas


Awali dengan menuliskan definisi dasar yang diketahui dulu pada selembar kertas untuk mengetahui seberapa besar kamu memahami konsep tersebut.


Misal, kamu mau pelajari tentang konsep ekokritik. Tuliskan definisi konsep tersebut pada selembar kertas (bisa juga papan tulis). 


Ingat, tuliskan hal yang kamu ketahui dulu, tidak perlu melihat buku atau internet. 

Contohnya ada di bawah ini:



Apa itu ekokritik

Coba Terangkan dengan Bahasa Kamu Tentang Konsep Tersebut ke Anak Sekolah


Jelaskan konsep dasar yang sudah kamu tulis ke anak yang lebih muda. Bisa dengan anak SMA, SMP, atau bahkan SD kalau memungkinkan. 


Misal, adik kamu yang baru kelas 6 SD. Dengan menjelaskannya kepada orang yang jauh lebih muda dari kamu, itu akan membuat kamu lebih terpacu untuk memahami konsep tersebut. 


Jelaskan dengan bahasa sendiri sesuai dengan konsep yang kamu ketahui tanpa harus memedulikan tingkat pemahaman mereka terlebih dahulu. 


Hal tersebut memicu mereka agar bisa bertanya mengenai apa saja yang belum diketahui dari penjelasan tadi.


Tandai Poin-Poin (Istilah) Penting yang Membuat Anak Itu Kebingungan


Setelah kamu menerangkan konsep yang kamu pelajari ke anak tersebut, tandai hal penting yang dirasa mereka masih belum dipahami.


Lingkari kata kunci yang membingungkan tersebut kemudian jabarkan poin tersebut ke dalam kalimat yang paling sederhana. 


Misal seperti contoh di bawah ini:





Terangkan Lagi kepada Mereka Konsep Tersebut Menjadi Sesederhana Mungkin


Jelaskan kembali konsep yang sudah kamu sederhanakan kepada anak tersebut. Coba terangkan berdasarkan istilah-istilah yang sudah ditandai tadi. 


Coba jelaskan dengan memberikan contoh konkrit yang pernah mereka temui, seperti pada penjelasan yang ada pada gambar di atas. 


Jika anak itu sudah paham apa yang kamu jelaskan, selamat kamu berhasil. 


Namun, jika memang kamu sudah menyederhanakan penjelasan tapi mereka masih belum paham.


Pikirkan lagi di poin mana mereka yang masih belum paham. Atau, mungkin cari anak lain, siapa tau ada yang paham.


Selain bisa membantu memahami sesuatu, kamu juga bisa manfaatkan metode Feynman untuk melatih cara berbicara kamu supaya bisa dipahami orang lain, di samping kita sedang memahami sesuatu. 


Ingat, mereka yang belum paham bisa saja terjadi kesalahpahaman dari penjelasan kamu. Jangan berhenti untuk belajar.


Jika metode ini dirasa kurang cocok dengan karakter kamu, cobalah kombinasikan dengan metode lain agar kamu bisa belajar lebih sempurna.


Bonus


Jika kamu seorang muslim, datanglah majelis ilmu yang ada di sekitar rumah. 


Ingat, menuntut ilmu hukumnya wajib bagi setiap muslim, yang laki-laki maupun yang perempuan.


Demikian metode belajar Feynman yang dapat kamu terapkan.

18 Juni 2019

Ketika Identitasmu Melayang di Dunia Maya

Sumber: pexels.com

Facebook, Instagram, Twitter, Snapgram, Instagram, Facebook, Instagram, Twitter, Snapgram, Instagram, Facebook, Instagram, Youtube, Facebook, Instagram, Instagram, Instagram.
Nama depan, nama belakang, email, nomor telepon, kata sandi, telah diisi oleh ribuan, bahkan jutaan jari yang bersenandung di dunia maya. Ketika kau melihat notifikasi pertama masuk, secara refleks persendian tangan juga ikut menyesuaikan arah ponsel tersebut. Atau jangan-jangan kita menunggu notifikasi masuk—tanpa mengedipkan mata. Dan ternyata yang masuk hanyalah notifikasi selamat datang.
Ketika semua ramai-ramai memasukkan nama pengguna di media sosial yang berisi kumpulan kotak-kotak penuh gambar, kita dengan bangga menyebut diri kita sebagai orang yang menguasai pengguna-pengguna lain dengan menyebut “Kau adalah pengikutku, kau adalah temanku, aku adalah...”

Apa Kata Data?
Sumber: wearesocial.com
Data dari We Are Social dan Hootsuite mengungkapkan bahwa hingga tahun 2018, sebanyak 4,021 miliar penduduk bumi telah terkoneksi dengan internet. Sedangkan, tahun 2014 penduduk bumi yang terkoneksi internet hanya berjumlah 2,4 miliar jiwa.
Bisa kita bandingkan, jumlah populasi di dunia adalah 7,593 sedangkan angka di atas tadi hampir meraup seluruh penduduk bumi tahun 2018. Bagaimana dengan tahun 2019 hingga 2020 nanti?
Selain itu, data tersebut membuktikan bahwa dari 5,135 miliar pengguna ponsel (mobile), terdapat 3,196 miliar pengguna media sosial hingga tahun 2018. Bisa dibayangkan dengan penduduk di Indonesia.
Di Indonesia sendiri, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengungkapkan bahwa hingga tahun 2018 di Indonesia sebanyak 171,17 juta jiwa telah terkoneksi di internet dari total 264 juta jiwa. Jadi, sekitar 65 persen dari total penduduk Indonesia telah terhubung ke dunia maya. Dari total tersebut Hootsuite mencatat, terdapat 150 juta jiwa di Indonesia telah menggunakan media sosial.
Privasi Informasi Pribadi
Sumber: pexels.com
Pihak perusahaan media sosial tidak bisa menjamin keamanan data pengguna yang telah terdaftar. Hingga saat ini, pemerintah memberlakukan peraturan mengenai Perlindungan Data Pribadi dan Sistem Elektronik yang termaktub dalam UU Informatika dan Transaksi Elektronik dan Permen Kominfo Nomor 20/2016.
Masih ingat dengan layanan You are What You Like?
Layanan tersebut dapat mengetahui orang yang paling banyak menyukai statusmu, bahkan bisa mendeteksi seberapa sering profil dilihat oleh orang lain. Namun, terdapat keganjilan dalam layanan tersebut. Saat pertama kali masuk, kita mesti melakukan proses login. Keanehan tersebut baru dimulai ketika kita mulai masuk. Data pribadi pengguna seperti alamat surel, nomor HP, bahkan (mungkin) kata sandi akhirnya disedot. Maka berhati-hatilah dengan internet.
Privacy Policy Dianggap Hanya Sebatas Halaman Biasa
Ketika kita telah mengisi kolom pendaftaran, sebuah halaman muncul. Akan tetapi, kita dengan begitu mudahnya mengeklik “setuju dan lanjutkan” tanpa menhiraukan halaman tersebut. Ada banyak makna dalam laman tersebut. Jadi mungkin ada baiknya kita membacanya terlebih dahulu sebelum memulai berselancar.
Hingga Akhirnya Kita Memutuskan untuk Melayangkan Identitas
Penulis sebenarnya tidak melarang kalian untuk berselancar di dunia maya. Tapi, ada baiknya kalau kita bisa menyeimbangkan antara dunia maya dengan dunia nyata. Ada orang bilang, “internet (media sosial) bisa mendekatkan yang jauh, sekaligus menjauhkan yang dekat”. Sebuah perkataan yang agak paradoks tapi di balik rentetan hurufnya tersimpan makna yang berarti.

Oleh karena itu, mari gunakan internet dengan bijak. Jangan sampai kita larut dalam hegemoni data dan kuota. Ingat, waktu kita bukan hanya meladeni alat itu, tetapi juga untuk melakukan hal yang lebih bermanfaat, seperti beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Lantunkan doamu di sepanjang hari. Jangan biarkan Dia memalingkan ‘wajah’Nya lantaran wajah kita terus-terusan menghadap alat yang berbentuk persegi panjang itu. 

10 Juli 2018

Ayo Bikin Film!

Membuat film via Pexels.com

Kalian tentu pernah menonton film. Entah itu film komedi, romansa, aksi, dan lain-lain. Tapi pernahkah kamu melihat proses pembuatan film secara langsung? Membuat film (terutama film-film papan atas) bisa dibilang... susah, tergantung keterampilan dan kreatifitas si pembuat.




Film adalah hasil karya audio visual yang dibuat dengan bantuan kamera, serta ditayangkan di TV, bioskop, maupun yang sejenis dengan XXI. Pada awalnya, film merupakan gulungan seluloid yang pada setiap “frame” seluloid tersebut terdapat rangkaian gambar yang bersinambungan satu sama lain. Berbeda dengan zaman sekarang yang sudah menjadi bentuk digital.
Lantas, bagaimana cara membuat sebuah film dan bisa dinikmati banyak orang? Yuk simak ulasan ini.
Persiapkan ini sebelum mulai
Tahapan ini biasa disebut pra produksi. Sebelum membuat film, kamu harus persiapkan semua yang dibutuhkan selama proses produksi berlangsung. Hal pertama yang harus kamu siapkan adalah tim. Minimal dalam tim tersebut ada produser, sutradara, penata kamera (Director of Photography), penulis skrip, penata suara (soundman), dan editor. Tanpa keberadaan mereka, tentu film tidak akan bisa dibuat. Setelah ada tim, selanjutnya adalah ide. Ide adalah dasar dalam membuat cerita sebuah film. Ide bisa didapatkan melalui rapat produksi atau dari sumber-sumber lain.
Setelah ide ada, baru si penulis skenario menyiapkan naskah. Tentu sumber cerita naskah tersebut berada di tangan sutradara. Namun seringkali sutradara merangkap jadi penulis, seperti Raditya Dika yang menulis skenario sekaligus menyutradarai filmnya sendiri.
Sebuah skenario tidak bisa diwujudkan tanpa adanya peralatan dan perlengkapan yang mendukung. Siapkan segala sesuatu yang dibutuhkan cerita, dan tentunya kamera. Tentu untuk menyediakan semua itu harus menggunakan dana. Tidak semua tim bisa menyediakan hal tersebut. Jika terjadi demikian,  carilah alat yang memiliki harga murah, namun kualitas bagus. Kamu bisa cari kamera DSLR atau kamera Mirrorless yang lebih murah daripada kamera video. Selain kamera, sediakan juga alat pendukung lainnya seperti stabilizer, peralatan lighting (jika mampu), satu set komputer desktop atau laptop untuk proses pengeditan nanti. Semakin tinggi budget yang kamu butuhkan, maka semakin besar peluang untuk membuat film dengan kualitas bagus. Namun jangan berkecil hati jika menggunakan budget yang minim. Jangan lupa untuk mempersiapkan segala hal lainnya seperti lokasi, riasan dan busana, perangkat lunak editing, dan musik pendukung film.
Tugas seorang sutradara adalah mencari pemeran yang sesuai dengan naskah. Sang sutradara harus mampu membuat kriteria yang dibutuhkan oleh naskah. Jika naskah adalah otak dari sebuah film, maka pemeran adalah jantungnya. Tidak bisa dimungkiri, peran pemain adalah 3/5 bagian dari keseluruhan produksi film.
Saatnya syuting dimulai!
Selama proses syuting (shoting), si sutradara harus mengetahui betul sistematika yang ada dari sebuah film, seperti komposisi gambar, pergerakan kamera yang cocok, blocking, dan hal lainnya. Sutradara adalah orang yang paling sibuk pada proses ini selain produser.
Jadwal syuting juga harus direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya agar sesuai dengan target waktu yang ditentukan. Selain itu, pemeran juga harus diperhatikan. Panggillah pemeran yang ada pada saat scene yang dibuat sekarang. Jangan memanggil pemeran padahal mereka hanya menonton pemeran lain syuting.
Perhatikan juga aspek cuaca. Jangan sampai adegannya siang kemudian hujan. Masih bagus jika syuting di dalam ruangan. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan, cobalah untuk memanipulasi adegannya, tapi tidak menyimpang dari jalur cerita.
Suara adalah salah satu aspek penting dalam sebuah film. Film tidak bisa dinikmati jika suara yang dihasilkan tidak begitu bagus terdengar. Selama proses syuting, gunakan mic yang bagus digunakan. Hindari lokasi syuting dengan tingkat kebisingan tinggi, kecuali jika tim bisa meminimalisirnya.
Yang harus dilakukan setelahnya
Tahapan ini disebut tahap pascaproduksi. Pada tahap ini, sang editor adalah orang yang sibuk bersama sutradara. Hasil pengambilan gambar (footage) dipilah kemudian diserahkan kepada editor untuk ditindaklanjuti. Tugas seorang editor adalah menyusun footage, menyinkronkan gambar dengan suara (jika suara yang direkam terpisah), dan memberi unsur pendukng lainnya seperti efek visual dan musik (jika diperlukan).
Sang editor diberi wewenang untuk menggunakan kretifitasnya dalam menyusun rangkaian gambar, asal tidak menyimpang dari hasil kesepakatan tim. Titik keberhasilan film berada di tangan editor.
Setelah film selesai dibuat, promosikan film tersebut. Kamu bisa menawarkannya kepada eksibitor-eksibitor yang ada. Jika film yang dibuat hanya film pendek, cobalah untuk mempromosikannya di youtube.

Akhirnya, tulisan ini selesai juga setelah beberapa bulan tidak menulis. Tulisan di atas adalah hasil pengalaman saya membuat film dalam rangka penyelesaian tugas akhir matakuliah sinematografi.

Jika ada yang ingin kamu tanyakan, segera tinggalkan komentar di bawah ini. Terima kasih :-)

17 Mei 2018

Perahu Pinisi, Identitas Sulawesi Selatan

Perahu Pinisi via google.co.id
Akhir semester, saatnya lengkapi tugas yang belum rampung. Salah satunya tugas matakuliah Manusia dan Kebudayaan Indonesia, yaitu membuat esai tentang perahu Pinisi. Sempat saya cari informasinya di situs penyedia video terbesar, Youtube. Di situ saya melihat sebuah film dokumenter tentang perahu Pinisi. Dari video tersebut banyak keunikan yang ada pada perahu pinisi, mulai dari asal mula, desain, bahkan proses pembuatannya yang tidak biasa. Di situ saya bisa paham, bahwa betapa hebatnya orang Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan.

Bersumber dari Wikipedia, perahu Pinisi adalah kapal layar tradisional khas asal Indonesia, yang berasal dari Suku Bugis dan Suku Makassar di Sulawesi Selatan tepatnya dari desa Bira kecamatan Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba.
Perahu Pinisi, dari kunjungan cinta hingga kapal terpecah tiga
Dalam naskah Lontarak I Babad La Lagaligo, perahu Pinisi ada sekitar abad ke-14 M. Konon Perahu Pinisi berawal dari seorang nahkoda Luwu, Raja Sawerigading yang hendak meminang putri dari Tiongkok, We Cudai. Hingga memperistri We Cudai, Sawerigading tinggal beberapa lama di Tiongkok. Suatu waktu, Sawerigading hendak pulang ke Luwu dengan Perahu Pinisinya. Namun sesampai di Pantai Luwu, kapal tersebut menabrak gelombang besar hingga akhirnya pecah menjadi tiga bagian di wilayah Bulukumba. Berdasarkan pengamatan saya terhadap film dokumenter tersebut, bagian kapal yang berupa Lunas terdampar di desa Ara, sebagian lagi di Selayar, sedangkan Tali nya terdampar di desa Bira, serta Linggi nya di desa Lemo-lemo. Hingga akhirnya ketiga bagian itu disatukan oleh masyarakat di beberapa lokasi tersebut menjadi sebuah perahu yang bernama Pinisi.

Konon nama Pinisi diberikan oleh tua-tua suku Bugis-Makassar terdahulu, sebagai penjelmaan dari tiruan kapal dari Venesia. Namun ada pula yang mengatakan bahwa nama Pinisi berasal dari nama ikan yang banyak terdapat di daueah itu.

Menurut situs Rumah Belajat Kemendikbud, hingga saat ini Kabupaten Bulukumba masih dikenal sebagai produsen Perahu Pinisi, dimana para pengrajinnya tetap mempertahankan tradisi dalam pembuatan perahu tersebut, terutama di Kelurahan Tana Beru. Ketika berada di Pusat Kerajinan Perahu Pinisi di Tana Beru, para pengunjung akan berdecak kagum melihat kepiawaian para pengrajinnya membuat Perahu Phinisi. Mereka mampu membuat perahu yang sangat kokoh dan megah hanya berdasarkan pada pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari nenek moyang mereka, tanpa menggunakan gambar atau kepustakaan tertulis.
Pembuatan Perahu Pinisi
Perahu Pinisi tidak dibuat seperti perahu pada umumnya, tapi dengan ritual khusus. Ritual ini berdasarkan kepercayaan orang Bulukumba yang mengatakan bahwa Perahu Pinisi berhasil dibuat karena Sawerigading sendiri dipercaya sebagai orang yang keramat bagi orang sekitar.

Sebelum Perahu Pinisi dibuat, terlebih dahulu mencari bahan. Orang yang memimpin pencarian kayu untuk Perahu Pinisi disebut sebagai Panrita. Kayu yang digunakan untuk membuat Perahu Pinisi adalah kayu naqnasaq. Kayu tersebut sangat cocok karena daya susutnya yang kecil dan uratnya sungsang kedap air. Kayu jenis tersebut digunakan untuk bagian Lunas Perahu Pinisi.
Penebangan pohon naqnasaq tidak sembaang dipotong, melainkan seorang Panrita hendaknya menentukan hari yang baik untuk pemotongan kayu tersebut. Selanjutnya jika sudah ditemukan hari yang cocok, akan diadakan ritual pengusiran roh. Mereka harus menyiapkan berbagai keperluan untuk ritual tersebut seperti pisang, waje, ayam, dan perlengkapan ritual lainnya.

Proses selanjutnya yaitu proses pemasangan papan pengapit lunas, berdasarkan situs Wikipedia dijelaskan bahwa proses tersebut disertai dengan upacara kalebiseang. Upacara Anjarreki yaitu untuk penguatan lunas, disusul dengan penyusunan papan dari bawah dengan ukuran lebar yang terkecil sampai keatas dengan ukuran yang terlebar. Jumlah seluruh papan dasar untuk perahu pinisi adalah 126 lembar. Setelah papan teras tersusun, diteruskan dengan pemasangan buritan tempat meletakkan kemudi bagian bawah (id.wikipedia.org).

Tahap terakhir adalah proses peluncuran perahu ke laut. Menurut situs rumah belajar Kemdikbud, Setiap tahap selalu diadakan upacara-upacara adat tertentu. Di tahap terakhir ini, sebelum perahu Phinisi diluncurkan ke laut, terlebih dahulu dilaksanakan upacara maccera lopi (mensucikan perahu) yang ditandai dengan penyembelihan binatang. Jika Perahu Phinisi itu berbobot kurang dari 100 ton, maka binatang yang disembelih adalah seekor kambing, dan jika bobotnya lebih dari 100 ton, maka binatang yang disembelih adalah seekor sapi.
Pinisi sebagai ikon Universitas Negeri Makassar
Berdasarkan informasi dari profesi-unm.com, Pinisi, sebagai model desain bangunan UNM, dicetuskan oleh Yu Sing, seorang arsitek muda yang lahir di Bandung 5 Juli 1976. Ia adalah lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1999.


Pada saat itu ia mengikuti sayembara yang diadakan oleh UNM pada tahun 2008. Hingga akhirnya Yu Sing terpilih sebagai pemenang dan mendapatkan hadiah 40 juta rupiah. Tepilih sebagai pemenang karena konsepnya sesuai dengan identitas lokasl Sulawesi Selatan. Bangunan tersebut masih bertahan sampai saat ini.

29 Januari 2018

Sekilas Tentang Microsoft Office Access


Mungkin kamu pernah melihat aplikasi ini sebelumnya. Kebanyakan orang lebih mengenal Microsoft Word, Excel, dan Power Point. Barangkali kamu belum pernah menggunakan Microsoft Acces, bahkan tidak pernah diklik sekalipun. Untuk itu saya akan jelaskan seputar perangkat lunak yang jarang diguanakan tersebut, Microsoft Office Access.


MS. Office Access adalah program perangkat lunak pengolah data atau juga disebut database yang dibuat oleh perusahaan ternama, Microsoft Inc. Fungsinya untuk membuat dan mengolah database agar mudah untuk diproses. Database yang dimaksud adalah berupa informasi yang disajikan dalam sebuah atau beberapa tabel. Kamu bisa menemukan software tersebut di komputer atau laptop yang telah terinstal program Microsoft Office.
Jika dilihat sekilas, akan tampak sama dengan program MS. Excel. Namun perbedaannya adalah software tersebut adalah program pengolah angka, sedangkan Access mengolah data. Untuk mengetahui perbedaan penggunaan kedua program tersebut, simak kasus berikut ini.
~ Seorang manajer ingin mengetahui besar biaya marginal selama satu periode di perusahaannya.
~ Seorang sekretaris ingin mengetahui jumlah karyawan di sebuah kantor dengan memasukkan biodata para karyawan tersebut.
Sudah paham? Begini, pada kasus pertama, seorang manajer ingin mengetahui besar biaya marginal di suatu perusahaan. Itu berarti ia perlu mengolah besar biaya dalam bentuk angka agar bisa dikalkulasikan. Dengan begitu ia harus menggunakan program MS. Excel.
Pada kasus kedua sekretaris ingin mengetahui identitas setiap karyawan. Itu berarti ia perlu mengolah data yang berupa identitas para karyawan tersebut. Dengan begitu, ia harus menggunakan program MS. Access.
Oke, lanjut. Microsoft Office Access pertama kali dirilis pada tahun 1992 dalam versi 1.0 (sumber informasi: Wikipedia). Lalu berangsur-angsur program tersebut mengalami perkembangan hingga sekarang. Versi saat ini adalah Microsoft Office Access 2016—namun kebanyakan masih menggunakan versi 2007, termasuk saya. Software ini bisa digunakan oleh siapa saja, baik itu kasir, organisasi, petugas perpustakaan, mahasiswa, maupun masyarakat umum yang memerlukannya.
Baca juga : Begini Cara Mengubah Format Power Point Menjadi Format Gambar
Mungkin timbul pertanyaan di kepalamu. Kenapa saya perlu pakai Microsoft Office Access? Sebenarnya saya menggunakan program ini agar lebih efisien dalam menjalankan dan mengolah semua data. Berhubung saya adalah sekretaris sebuah organisasi di kampus saya, maka saya menggunakannya. Misal mengentri nomor surat dan mengolah data pengurus.
Lalu, jika kamu membuka MS. Access, apa yang bisa kamu lihat? Nah, dalam program tersebut, terdapat beberapa unsur/komponen dasar yang perlu kamu ketahui. Berikut adalah uraiannya.
Table
Table adalah tempat semua data disimpan. Artinya table menjadi pusat penyimpanan database. Fungsinya untuk menyimpan database yang bersangkutan. Untuk membuat table, kamu harus klik tab Create, pilih Table, selanjutnya ubah nama tabel tersebut dan tentukan kolom dan jenisnya. Terakhir klik Save atau tekan Ctrl+S di keyboard kamu.
Form
Form adalah alat bantu pengisian database dalam tabel. Tool ini yang membuat program tersebut lebih efisien. Fungsinya adalah untuk mengisi data/informasi ke dalam tabel yang telah dibuat sebelmnya. Cara membuatnya adalah kamu bisa temukan di menu Create, Form. Secara otomatis form akan muncul sesuai dengan table yang dipilih. Kamu juga bisa memilih fitur Wizard atau Blank Form untuk membuat Form menjadi lebih elegan. Jangan lupa Save atau Ctrl+S.
Report
Baca baik-baik, bacanya REPORT, bukan REPOT, hehe. Maaf, bercanda. Report adalah sarana pelaporan database untuk menampilkan data yang telah diolah. Untuk membuat Report, sama seperti penjelasan sebelumnya, kamu bisa menemukannya di menu Create, lalu Report. Kamu juga bisa membuatnya dengan manual di menu Report Wizard atau di Report Design.
Query
Komponen yang satu ini sepertinya agak sulit untuk dijelaskan. Maklum, masih belajar, hehe. Query adalah komponen inti dalam mengolah data seperti memodifikasi data agar sesuai dengan yang diinginkan. Seperti memodifikasi tabel dengan membuat fungsi penjumlahan dan menghubungkan satu tabel dengan tabel lainnya. Kamu bisa cek kembali di menu Create, lalu pilih Query Wizard atau Query Design.

Nah, setelah menyimak penjelasan di atas, saya akan menjelaskan cara menggunakan program aplikasi Microsoft Office Access.
Pertama, buka program MS. Access.
Kedua, pilih Blank Database.
Ketiga, tentukan lokasi file.
Keempat, klik Create.
Kelima, buat Table.
Keenam, buat Form.
Ketujuh, buat Query (jika perlu).
Kedelapan, buat Report.



Oke, cukup sampai di sini dulu pembahasan saya. Mudah-mudahan kamu bisa mengerti menggunakan program ini. Saya sarankan untuk menggunakan MS. Access untuk membuat daftar tugas sekolah atau kuliah, bagi kamu yang sedang menempuh pendidikan. Jika kamu masih bingung, kamu bisa tinggalkan komentar di bawah ini. Terima kasih.

25 Januari 2018

Review Film The Boss Baby


Awalnya saya tidak tertarik mengcopy film itu dari laptop sepupu saya. Tapi pas film itu dimainkan, mata saya tidak bisa berkedip—ah, alay sekali. Bahkan saya menontonnya hingga 4 kali. Percaya? Kalau tidak percaya tidak usah baca ini. Hehe, bercanda kok.
Film yang berjudul “The Boss Baby” adalah film animasi 3D yang diproduksi oleh DreamWorks Animation. Produsernya adalah Ramsey Ann Naito dan disutradarai oleh Tom McGrath. TBB dirilis pada 31 Maret 2017 oleh 20th Century Fox di Amerika. Pernah dengar 20th Century Fox? Masa? Itu yang sering muncul di bagian awal film. Hmmm baru sadar, kan? Nah, di Indonesia film tersebut baru dirilis pada 5 April 2017.
Film ini menceritakan seorang bayi yang diutus oleh sebuah perusahaan untuk menjalankan suatu misi. Menit pertama diawali dengan petualangan khayalan seorang anak berusia tujuh setengah tahun yang bertarung dengan seekor gorila berkacamata. Gorila tersebut adalah ayah dari Tim yang diimajinasikan sedemikian rupa. Di adegan berikutnya ditampilkan bayi yang bernama “Boss Baby” yang berada dalam barisan bayi-bayi lainnya. Awalnya mereka tidak akur tapi lama-kelamaan akur juga.
Bagian puncak dari film TBB adalah ketika Tim dan Boss Baby bertemu dengan pemilik perusahaan “Puppy Co” yang ternyata orang yang pernah menjadi pahlawan bayi di “Baby Corp”. Jika kamu masih bingung dengan kedua perusahaan tersebut, lihat filmnya. Akhirnya, Boss Baby berhasil menyelesaikan misi dan ia naik jabatan. Namun, ia merasakan hal yang berbeda dari dirinya.
TBB sangat menarik untuk ditonton, apalagi sama keluarga. Walaupun film animasi, film itu mampu menampilkan aspek sinematografi dengan baik seperti movement (perpindahan objek), composition (komposisi gambar), Angle (sudut gambar), dan lain-lain. Di sisi lain, dari segi logika film ini sangat susah untuk dijelaskan karena bayi seperti di film itu tidak ada di dunia nyata.
Kelebihan dari film TBB adalah memiliki alur yang menarik, tidak bertele-tele. Film ini juga terdapat unsur komedinya. Ini yang paling saya suka dari film tersebut. Dan pesan yang disampaikan dapat dicerna dengan baik (bukan dimakan, hehe).
Namun, film ini terdapat kekurangan. Mungkin pertanyaan saya di bawah ini bisa menjelaskan kelemahan film tersebut.
Dari mana asal mobil yang mengantar bayi tersebut?
Mengapa tidak ada orang yang mengantar bayi tersebut masuk?
Menuju ke mana perosotan yang berpilin tersebut?
Di mana sebenarnya lokasi “Baby Corps”?
Walaupun film tersebut memiliki kelemahan seperti di atas, namun saya tetap menyukai film ini. Saya harap Indonesia bisa memproduksi film yang seperti itu juga.
Eh, masih ada satu hal lagi yang mau saya sampaikan. Film The Boss Baby menurut saya ada kesamaan dengan pola film Toy Story. Kesamaan yang saya maksud adalah Bayi tersebut tidak ingin diketahui identitas aslinya oleh orang dewasa. Film Toy Story juga seperti itu, si boneka koboi tidak ingin dilihat bergerak oleh Andy, pemilik mainan tersebut.

Nah, demikian hasil review film dari saya. Maklum masih belajar, jadi review nya agak berantakan. Tapi itu mungkin bisa menjadi pelajaran untuk saya. Jika ada komentar, silakan coret-coret di bawah ini. Terima kasih.

20 Januari 2018

Bicara Tentang Sastra


Bismillah. Kali ini saya akan membahas tentang hal yang belum pernah saya posting sebelumnya. Yap, sastra. Sebagai mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Makassar atau disingkat UNM, saya patut untuk menulis ini. Apa salahnya jika saya menulis ini? Hehe, jangan kaget. Cuma bercanda kok. Oke langsung saja, mari simak ulasan berikut ini.
Menurut masyarakat umum, sastra adalah puisi, novel, cerpen, drama, dan lain sebagainya. Itu menurut mereka. Tapi sebenarnya menurut saya sastra itu sulit untuk didefinisikan—walaupun saya mahasiswa Sastra. Tidak diketahui secara pasti pencetus sastra. Begitu pula dengan waktu dan tempat kemunculan sastra pertama kali. Berdasarkan periodisasinya, sastra muncul secara bertahap. Tahap-tahapnya tidak bisa saya jelaskan di sini karena terlalu panjang untuk menjelaskannya. Mungkin di postingan lain saya akan menjelaskannya, insyaAllah. Jangan kecewa.
Seperti di penjelasan sebelumnya, sastra sulit dilacak awal keberadaannya. Penyebab sastra muncul tidak juga bisa diketahui secara pasti. Demikian pula dengan persepsi masyarakat umum mengenai definisi sastra. Mereka menganggap bahwa sastra adalah hanya membahas novel, puisi, cerpen, drama, dan lain sebagainya. Jangkauan sastra sangat luas jadi bisa dibilang definisi sastra itu luas.
Menurut saya, ada beberapa definisi dari sebuah “sastra”. Definisi tersebut yaitu sastra adalah gejala sosial, ekspresi, seni, ungkapan, advokasi, pencitraan, ilmu, dan jiwa manusia. Berikut adalah ulasannya.
Sastra adalah gejala sosial
Sastra berarti mengkaji gejala sosial yang terjadi di masyarakat. Gejala sosial yang dimaksud adalah kehidupan masyarakat dan ketergantungan antara satu individu dengan individu lain. Gejala sosial menjadi acuan definisi sastra karena di dalamnya terdapat unsur mimesis. Mimesis adalah tiruan dari kehidupan sosial.
Sastra adalah ekspresi
Di dalam sastra juga terdapat berbagai tindakan atau sesuatu yang dilakukan oleh manusia. Selain mimesis, ekspresi juga merupakan salah satu unsur dari sastra.
Sastra adalah seni
Di dalam seni, sastra adalah salah satu dari bagiannya selain seni rupa, seni kriya, dan seni lainnya. Seni dijadikan acuan sebagai definisi sastra karena hasil dari sastra (karya sastra) memiliki nilai seni. Hal tersebut bisa dilihat dari keindahan diksi yang terdapat di dalamnya.
Sastra adalah ungkapan
Ekspresi bisa diungkapkan dengan bahasa sastra. Di dalam karya sastra terdapat banyak ungkapan. Ungkapan tersebut asalnya dari naluri manusia.
Sastra adalah advokasi
Sastra biasa dijadikan sebagai media advokasi. Seperti halnya dalam puisi Chairil Anwar dan puisi-puisi angkatan ’45 lainnya yang terdapat banyak unsur advokasi. Yang dimaksud dengan advokasi adalah seruan atau ajakan untuk memperjuangkan kemerdekaan pada masa itu.
Sastra adalah pencitraan
Sastra membentuk suatu pencitraan sendiri. Pencitraan tersebut membentuk persepsi dari masyarakat lain. Hal itu merupakan unsur pragmatik dari sastra itu sendiri.
Sastra adalah ilmu
Bagi kalian yang juga kuliah di program studi Sastra Indonesia, mata kuliah “Pengantar Ilmu Sastra” tidak terdengar asing di telingamu. Menurut sejarah, sastra sudah diakui sebagai suatu ilmu sejak abad ke-21. Untuk lebih jelas mengenai sejarah ilmu sastra, kamu bisa membaca referensi yang berkaitan. Semenjak sastra sudah diakui menjadi ilmu, ilmu sastra terbagi menjadi beberapa cabang, yaitu teori sastra, sejarah sastra, dan kritik sastra.
Sastra adalah jiwa manusia
Ada salah satu ilmu yang mempelajari sastra dari sudut pandang psikologi. Ilmu yang dimaksud adalah Psikologi Sastra. Hal tersebut berkaitan dengan ekspresi yang berasal dari jiwa manusia.
Menurut saya, perkembangan sastra saat ini sungguh memprihatinkan. Kini, sastra hanya dikenal oleh segelintir orang. Tidak banyak yang minat dengan bidang ini. Bahkan di perguruan tinggi, sangat sedikit yang berminat untuk mendaftar di program studi Sastra Indonesia, khususnya UNM.

Jika ada sesuatu yang ingin diungkapkan, silakan tinggalkan komentar di bawah ini. Mohon maaf jika ada yang tidak sesuai dengan pemahaman kamu. Terima kasih.

11 Januari 2018

Begini Cara Mengubah Format Power Point Menjadi Format Foto (JPG)

Power Point adalah salah satu program aplikasi buatan Microsoft untuk membuat file presentasi. Format yang dikeluarkan oleh software tersebut biasanya ppt. Namun ada pula beberapa aplikasi yang menggunakan format lain.

Seiring berkembangnya waktu, software mengalami pembaruan. Pembaruan tersebut bisa menambah fitur software tersebut. Power point 2003 sudah jarang digunakan sejak munculnya versi 2007 Power Point. Tapi sekarang sudah tersedia versi 2016. Tapi kebanyakan menggunakan versi 2007 nya karena lebih compatible ketimbang versi lain.

Nah, format Power Point ternyata bisa diubah (convert) ke dalam format gambar (seperti jpg, gif, dan lain sebagainya). Biasanya pengubahan format dilakukan dengan tujuan mengupload gambar ke berbegai media sosial untuk keperluan pratinjau. Penasaran? Langsung saja simak berikut ini.

1.    Buka program Microsoft Office Power Point


2.    Buka file yang ingin diconvert.

3.    Pilih Save As lalu pilih lokasi penyimpanan. Atau bisa juga kamu tekan F12 di keyboard.


4.    Pilih JPEG File Interchange Format (*.jpg). Kemudian klik Save.



5.    Terdapat dua pilihan. Pilihan pertama yaitu “every slide” yaitu mengonversi semua slide menjadi format gambar. Pilihan kedua yaitu “Current slide only” untuk mengonversi slide yang dipilih saja. Pilih salah satunya dan lihat filenya.

Itu dia cara mengubah format power point menjadi format gambar. Silakan dipraktekkan. Jika ada pertanyaan, tinggalkan komentar di bawah ini. Terima kasih.

28 Desember 2017

Instagrammer vs Fotografer


Zaman sekarang ini sudah dipenuhi dengan kemudahan. Terutama kemudahan untuk terhubung dengan publik dalam wakrtu singkat. Instagram, sebagai media sosial yang populer saat ini sudah menjadi sahabat penggunanya. Para pengguna Instagram asyik mengunggah foto terbarunya. Tentu menunggu like dan comment dari orang. Di sisi lain, fotografer tidak begitu eksis di lingkungan sehingga banyak yang kurang minat terhadapnya. Kecuali yang memang hobi di bidang itu.

Pengguna Instagram (Instagrammer) dan fotografer memiliki ciri khas tersendiri. masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Sekarang mari kita lihat perbandingan Instagrammer dan Fotografer. Simak di bawah ini.

1.     Pemilihan lokasi
Istilah Instagramable digunakan oleh pihak pengguna Instagram yang artinya lokasi yang sangat cocok untuk foto Instagram. Biasanya Instagrammer memilih lokasi berdasarkan momen yang menarik. Misalnya Instagrammer sedang nonton di bioskop, di situ si pengguna segera mencari titik foto yang bagus untuk diunggah ke Instagram.

Nah, sekarang kita lihat fotografer. Fotografer memilih lokasi berdasarkan apa yang si fotografer konsep sebelumnya. Misalnya fotografer mendapat konsep tentang kehidupan kucing, maka dia mengambil lokasi yang terdapat kucing, misalnya di pinggir jalan, trotoar jalan, dan tempat-tempat lainnya. Kejelian fotografer dalam mengambil gambar ditentukan berdasarkan sudut pengambilan gambar yang tepat atau biasa disebut dengan angle. Angle yang tepat akan membuat komposisi foto menjadi proporsional.

2.     Wadah apresiasi
Instagrammer memiliki wadah tersendiri dalam apresiasi unggahan fotonya. Instagramnya sendiri adalah wadah untuk memberi suka (like), komentar (comment), dan sebar (share). Ketiga acuan itulah yang menjadi tingkat apresiasi foto Instagram.

Sedangkan fotografer biasanya galeri foto yang menjadi wadah apresiasi. Hasil jepretan foto yang telah diedit akan dipajang di dinding galeri. Jika ada orang suka foto tersebut, biasanya mereka membeli foto tersebut. Beda halnya dengan Instagram yang hanya menunggu like dari follower nya.

3.     Objek foto
Instagrammer biasanya menggunakan dirinya sendiri maupun orang lain sebagai objek foto. Tidak hanya manusia yang menjadi objek foto, hewan pun menjadi sasaran foto bagi Instagrammer seperti anjing, kucing, dan lain sebagainya. Sifat foto yang dimiliki oleh Instagram cenderung subjektif, maksudnya pengguna Instagram selalu “memamerkan” dirinya pada momen-momen tertentu. Rata-rata.

Sedangkan fotografer memandang bahwa semua bisa menjadi objek foto. Bahkan kayu tua pun bisa menjadi objek foto. Fotografer melihat objek foto berdasarkan kecocokan ide/gagasan di dalam kepalanya. Sehingga apabila konsepnya cocok, maka objek tersebut bisa menjadi sasaran foto bagi fotografer.

4.     Orang
Untuk Instagram, siapa saja bisa menjadi Instagrammer, sedangkan fotografer adalah orang yang betul-betul ahli dalam bidang tersebut.

Sudah tahu kan bedanya Instagrammer dan Fotografer. Jika kamu ingin jadi Instagrammer boleh-boleh saja. Namun jika kamu ingin jadi fotografer, kamu harus kuasai teknik fotografi lebih dulu. Tapi jika kamu ingin keduanya, bisa juga kok.


Kamu mau pilih yang mana? Komentar di bawah ini.

18 Desember 2017

Jejak di Toraja

Sumber: Dokumentasi pribadi


Perjalanan dimulai dari kampus. Doa bersama dilakukan oleh mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia sekaligus membuka perjalanan ke Toraja Utara pada pukul 09:50 WITA tanggal 11 Desember 2017. Di perjalanan, musik dangdut turut menghiasi bus ditambah dengan kehebohan teman-teman kelas. Kemudian pada pukul 13:50 WITA, saya singgah untuk makan di rumah teman kelas, Anggi. Di sana saya dijamu oleh beberapa masakan yang tentunya mengeyangkan. Perjalanan pun dilanjutkan setelah makan. Di perjalanan, dua mobil truk berada di depan bus.

Di Enrekang, jalanan berkelok-kelok sehingga beberapa teman kelas saya merasa mual. Saya dan teman sekelas singgah di sebuah kedai di Enrekang. Di depan gunung Bambang Puang, teman-teman sedang asyik-asyiknya berfoto. Ada yang sendiri-sendiri, ada pula yang bergerombol. Tepat di pojok, ada buah kenari dijemur. Dendang dari Pak Agus (PuangQu) membuat suasana menjadi riang. Perjalanan kemudian dilanjutkan pukul 17:42 WITA

Pukul 21:44 WITA, saya dan teman yang lain disambut dengan hangat di Toraja Utara, tepatnya di rumah sahabat kita, Arlin. Puangku membuka acara dengan memberikan ucapan terima kasih kepada keluarga Arlin.

Tanggal 12 Desember 2017, sekitar pukul 07:00 WITA, berangkat menuju Punti Minanga untuk menelusuri budaya Rambu Solo’. Sebelum sampai ke sana, di perjalanan terasa sangat menantang nyali karena jalanan penuh dengan lubang disertai dengan becek sehingga membuat mobil truk yang ditumpangi tidak bisa naik. Akhirnya saya dan rombongan melompat-lompat di truk agar bisa naik. Salah satu peserta eksplorasi sampai ada yang menangis ketakutan.

Pukul 10:12 WITA, saya dan rombongan sampai di tempat Rambu Soloq. Rambu Soloq adalah upacara kematian yang dilakukan oleh masyarakat Toraja dengan memberi sesembahan berupa kerbau dan babi. Upacara tersebut dihadiri oleh semua kalangan, dalam artian dihadiri oleh masyarakat umum. Untuk mengikuti Rambu Soloq, tamu harus memakai baju hitam. Warna hitam menurut warga Toraja berarti kematian.

Proses Rambu Soloq dimulai dari Kada Tomina yang berarti kata pengantar sebelum masuk. Tamu berbaris dan memasuki area penjamuan. Pada proses penjamuan tamu terdapat empat pukulan gong. Gong pertama menandakan tamu bisa memasuki area penjamuan. Gong kedua menandakan para Mappairu (pelayan tamu) memberi seserahan sebagai tanda terima kasih keluarga orang yang meninggal kepada tamu yang menghadiri. Setiap tamu yang masuk, beberapa laki-laki akan Maqbadong (nyanyian puji-pujian). Jarang perempuan yang melakukan prosesi Maqbadong tersebut karena hanya laki-laki yang menghapal lirik tersebut. Lanjut ke pukulan gong, tamu yang telah masuk diberi siri. Pembawa siri adalah keluarga inti dari orang yang meninggal tersebut. Ucapan “Kurre Indo” adalah ucapan dari tamu yang berarti terima kasih. Kemudian tamu diberi minuman. Proses pemberian minuman tersebut dinamakan Mapparu.  Apabila gong ketiga dibunyikan, pelayan mengambil jamuan untuk menyambut tamu yang lain. Proses penerimaan tamu tidak dibatasi waktu. Gong terakhir menandakan tamu sudah dipersilakan untuk meninggalkan tempat.

Pukul 12:25 WITA, saya dan rombongan bergegas kembali. Saya kembali dengan berjalan kaki. Ketika menuruni jalan, kami terhalang oleh seekor kerbau. Kerbau tersebut bisa dibilang melawan karena apabila didekati ia langsung menghadang dan menyeruduk dengan tanduk kekarnya. Canda tawa menghiasi perjalanan pulang dari upacara Rambu Soloq. Beberapa pengendara motor juga melintas. Pukul 13:45 WITA, saya singgah di pasar. Awalnya tidak niat, tapi lama-kelamaan saya membeli sebungkus kopi Toraja dengan harga Rp20.000.

Tanggal 13 Desember 2017, perjalanan dilanjutkan ke Negeri Atas Awal, Lolai. Pukul 05:00 WITA, di sana sempat terjadi perdebatan. Ada yang lebih memilih untuk terus ke atas, ada pula yang ingin tinggal di bawah. Tapi hal itu tidak membuat saya ciut semangat.



Negeri Atas Awan, Lolai, 13 Desember 2017

05:48 WITA, saya dan rombongan tiba di Negeri Atas Awan, Lolai. Lolai berada di kecamatan Kapala Bitu. Untuk masuk di Negeri Atas Awan, pengunjung harus membayar tiket masuk sebesar Rp5.000 untuk pengendara motor dan Rp10.000 untuk pengendara mobil. Suara kicau burung menghiasi embun pagi yang menyejukkan tubuh. Tingginya kurang lebih 100 meter di ataspermukaan laut (mdpl). Suasana yang saya lihat membuat saya berkhayal seolah-olah terbang di atas awan. Banyak wisatawan yang berfoto untuk mengambil momen yang tidak bisa dilupakan tersebut. Beberapa rumah di bawah sana terlihat sejauh mata memandang. Alang-alang (Tongkonan versi kecil) membentuk barisan berada di tempat itu.

Pukul 06:45 WITA, saya kembali dari Lolai dengan menaiki truk. Kami kembali ke rumah Arlin. Kemudian pada pukul 09:39 WITA, berangkat menuju Kete Kesuq. Sebuah gua yang di dalamnya terdapat mayat yang sudah menjadi tulang-belulang. Permainan suling dari Puangqu membuka perjalanan ke Keteq Kesuq. Perjalanan diawali dengan naik truk, kemudian menaiki bus yang dikendarai oleh “Om Bahar” (panggilan dari teman sekelas). Dari pengamatan saya, bahwa rata-rata masyarakat Toraja menggunakan transportasi truk. Selain itu masyarakat Toraja mayoritas berprofesi sebagai tukang kayu karena hasil eksploitasi alam mayoritas berupa bambu dan kayu.

Pukul 10:48 WITA, tiba di Keteq Kesuq. Sebelum masuk, harus membayar tiket terlebih dulu. Terdapat jejeran toko oleh-oleh khas Toraja di jalanan masuk. Terdapat pula jejeran Alang-alang. Awal masuk saya melihat ada makam Ne Sonto & Tulaktondok beserta keluarganya. Makam tersebut berbentuk seperti gendang. Warnanya merah. Bagian atas terdapat foto dari orang yang bersangkutan.


Loket tiket masuk Keteq Kesuq
Makam Ne Sonto & Tulaktondok

Untuk menuju ke Gua, saya harus menaiki tangga. Di setiap sisi terdapat peti dan tengkorak manusia. Walaupun tampak menyeramkan, banyak juga yang mengambil gambar. Selain itu, jejeran pohon bambu terdapat di sekitar gua. Tetesan air juga menghiasi gua tersebut. Rombongan kembali ke bus pukul 12:03 WITA untuk menuju Londa.






Tepat pukul 13:00 WITA, rombongan tiba di Londa. Untuk masuk ke Londa, pengunjung harus memakai penerang (seperti petromaks). Anak tangga dan koridor mengawali jejak menuju gua Londa. Satu gua berisi keluarga yang sudah meninggal yang semarga. Marga pada gua pertama adalah Tolengke. Di dalam gua tersebut terdapat sepasang mayat yang seperti Romeo dan Juliet. Di dalamnya lagi, pengunjung harus merangkak sejauh 25 meter untuk menembus gua kedua. Namun saya tidak mampu untuk memasukinya sehingga terpaksa saya keluar dari gua tersebut. Pada gua kedua, sama dengan gua pertama, berisi tengkorak mayat. Mayat tersebut juga diberi rokok dan sesembahan lainnya dari keluarganya.


Londa

Peti "Romeo dan Juliet"

Patung tetuah
Pukul 13:35 WITA, saya dan rombongan kembali ke bus dan menuju Lemo. 14:09 WITA tiba di Lemo. Wisata Lemo (Gua batu Lemo) sama dengan yang ada di Londa. Namun saya tidak sempat masuk di dalam karena hanya duduk-duduk di pos.

Pukul 15:21 WITA, berangkat menuju Buntu Burake. Hingga pukul 16:23 WITA, saya telah tiba di tempat. Untuk tiba di Burake, kami harus menaiki truk dan menaiki jalan. Jalan yang dilalui cukup terjal. Burake adalah tempat wisata religi. Di sana terdapat patung besar. Namun tempat tersebut masih dalam tahap pengerjaan karena pada tanggal 30 presiden RI, Joko Widodo akan mengesahkan tempat tersebut. Eskavator di tempat tersebut menata batu-batu dengan telaten. Sekitar pukul 17:30 WITA, saya dengan yang lain kembali ke rumah Arlin. Hingga di sana saya beristirahat bersama yang lain.


Pemandangan dari atas Buntu Burake 

Tanggal 14 Desember 2017, Sekitar pukul 10:00 WITA saya bergegas untuk pulang. Sebelum naik bus, saya naik truk. Hingga tiba di bus, teman saya meneriaki “Om Bahar” saking rindunya. Perjalanan di awali dengan mengunjungi pasar Rantepao. Di sana teman saya membeli oleh-oleh dan yang lain. Hingga di dalam bus, saya dan teman tertidur dari sekitar pukul 13:00 – 17:00 WITA. Saya dan yang lain singgah di rumah Nuraeni. Saya dan teman disambut dengan baik. Setelah makan, kembali melanjutkan perjalanan. Pukul 22:30 WITA, perjalanan diakhiri dengan tibanya saya di rumah.